
Dinas Pendidikan Kota Samarinda menyelenggarakan Workshop Pembuatan Buku Pembelajaran Menggunakan ChatGPT sebagai Asisten Penulis bagi guru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Samarinda. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Samarinda pada 27–28 Oktober 2025 dan diikuti oleh 60 peserta.
Pelaksanaan workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi literasi digital para guru, sekaligus mendorong lahirnya karya buku pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar pendukung di satuan pendidikan masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Dr. H. Asli Nuryadin, S.Pd., M.M. membuka kegiatan secara resmi dan dalam arahannya menyampaikan bahwa guru dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Peran guru tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pengembang sumber belajar. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan akan membantu guru dalam menyusun materi secara lebih sistematis, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik,” jelasnya.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pendampingan teknis terkait penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu penyusunan ide, perancangan struktur penulisan, hingga proses penyuntingan dan penyusunan sitasi.
Salah seorang peserta dari SMP Negeri 43 Loa Janan Ilir, Ning Nusantari, mengatakan bahwa workshop memberikan pengalaman tambahan dalam penyederhanaan proses penulisan.
“Melalui pemanfaatan aplikasi berbasis AI, proses penulisan menjadi lebih terarah dan efisien,” ujarnya.
Sementara itu, Budi Santoso, guru dari SMP Negeri 22 Samarinda, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam penyusunan modul pembelajaran yang lebih terstruktur.
“Saya merasa sangat terbantu dalam merancang materi pembelajaran olahraga yang mudah dipahami dan sesuai kebutuhan peserta didik,” tuturnya.
Pada akhir kegiatan, panitia menyampaikan bahwa akan dilakukan pendampingan lanjutan untuk mendorong penyelesaian naskah hingga siap diterbitkan. Dinas Pendidikan Kota Samarinda menargetkan karya buku yang dihasilkan dapat memperkaya sumber belajar serta mendukung gerakan literasi di satuan pendidikan.
