Pasar Modal Bergejolak, Iman Rachman Lepas Jabatan Dirut BEI, Apa Penyebabnya?

Iman Rachman resmi melepas jabatannya sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Keputusan tersebut diambil menyusul gejolak dan tekanan yang melanda pasar modal Indonesia dalam dua hari terakhir. Iman menegaskan langkah itu merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai pimpinan tertinggi bursa.

Dalam keterangannya kepada media, Iman menyatakan pengunduran diri tersebut dilandasi pertimbangan moral dan profesional.

“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” kata Iman, dikutip dari Kompas.com, Jumat (30/1/2026). Ia berharap, keputusan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi iklim pasar modal nasional.

Menurutnya, stabilitas dan kepercayaan investor harus menjadi prioritas utama di tengah situasi yang bergejolak. “Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal, semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” ujarnya.

Alasan Dirut BEI mengundurkan diri

Iman menyampaikan bahwa dirinya tidak akan memberikan penjelasan lanjutan terkait keputusan tersebut. Ia menilai langkah mundur itu sudah cukup merepresentasikan tanggung jawab yang harus diambil.

“Saya tidak akan Q&A, saya percaya bahwa ini bentuk tanggung jawab saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini dibuka membaik akan terus membaik di hari-hari berikut. Cukup?,” tutupnya.

Ia menambahkan, menjaga kepercayaan pasar menjadi kunci agar pergerakan indeks kembali stabil dan kepercayaan investor dapat pulih secara bertahap.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menegaskan, pengunduran diri Direktur Utama BEI merupakan bentuk pertanggungjawaban atas dinamika yang terjadi di pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap kondisi pasar yang mengalami tekanan. Dalam keterangan tertulisnya, Kautsar menyampaikan bahwa keputusan itu resmi berlaku pada Jumat (30/1/2025).

“Sebagai wujud tanggung jawab atas kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu ke belakang, pada hari ini, Jumat (30/1/2025), Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia menyatakan pengunduran diri,” ujarnya sebagaimana diberitakan Kompas.com, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, setelah pengunduran diri tersebut, jajaran manajemen BEI akan menindaklanjuti proses selanjutnya sesuai dengan mekanisme internal yang telah ditetapkan. Menurut Kautsar, seluruh tahapan akan dijalankan berlandaskan dokumen tata kelola perusahaan serta peraturan yang berlaku.

IHSG trading halt dua kali berturut-turut

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (30/1/2026), Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat dihentikan sementara atau trading halt sebanyak dua kali dalam dua hari beruntun menyusul tekanan jual yang sangat kuat di pasar.

Kebijakan ini diterapkan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam hingga menyentuh batas penurunan harian yang ditetapkan bursa. Pada Kamis (29/1/2026), gelombang jual terjadi tak lama setelah perdagangan dibuka.

IHSG langsung terperosok 665,89 poin atau 8,00 persen dan berhenti di level 7.654,66. Mayoritas saham berada di zona merah, dengan 658 saham melemah, hanya 33 saham menguat, sementara 20 saham tercatat stagnan.

Sesuai ketentuan bursa, trading halt diberlakukan sebagai langkah stabilisasi pasar. Penghentian sementara ini dimaksudkan untuk memberi ruang bagi pelaku pasar mencerna informasi yang berkembang sekaligus meredam potensi kepanikan berlebihan.

Sehari sebelumnya, Rabu (28/1/2026), BEI juga menerapkan trading halt pada sesi kedua perdagangan. Data BEI mencatat IHSG turun 718,44 poin atau 8,00 persen ke posisi 8.261,78 pada pukul 13.43 WIB, setelah sebelumnya dibuka di level 8.393,51. Perdagangan kemudian kembali dilanjutkan pada pukul 14.13 WIB.

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/01/30/144500865/pasar-modal-bergejolak-iman-rachman-lepas-jabatan-dirut-bei-apa-penyebabnya?page=all#page2.

Scroll to Top